Diskusi Seni Memberi Respon untuk Mengoptimalkan Kehidupan yang Berkualitas

Seni Memberi Respon untuk Mengoptimalkan Kehidupan yang Berkualitas disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami oleh narasumber kita Bp. Ir. H. Yerry Idroes Katoen, MM, Bp. Ir. Firlan Mustafa, MM, dan Bp. Abror Said, SM, ME, Ph.D. dan dimoderatori oleh Bang Buyung Muhammad Faizal (Bang Ichal).

Seperti apa formula kualitas dalam merespon dengan baik akan mempengaruhi kualitas hidup yang baik pula, bagaimana cara memulainya, dan dari mana memulainya disampaikan dengan contoh realita dan konteks yang sesuai dengan budaya dan karakteristik orang Silungkang.

Bapak Ir. H. Yerry Idroes Katoen, MM menyampaikan berbagai contoh kasus dan respon yang diberikan dari pengalaman hidup beliau dari masa sekolah sampai dengan masa purna bakti tentang bagaimana cara merespon yang mulai dari memahami apa yang disampaikan oleh lawan bicara, baru kemudian memberikan respon yang baik yang dapat memberikan jawaban atau solusi.

Dari contoh kasus yang disampaikan oleh Pak Yerry ini ada 3 petata petiti Minang yang bisa dijadikan referensi dalam berkomunikasi dan memberikan respon seperti:

  1. Mangango dulu, baru mangecek (Berpikir dulu sebelum bicara).
  2. Jan kecekan sagalo dikece’an, kece’an yang parolu dikece’an (Jangan semua dibicarakan, bicarakan yang perlu dibicarakan/disampaikan).
  3. Raso jo pareso (perasaan dan kehati-hatian).

Bapak Abror Said, SE., ME., Ph.D menyampaikan tentang memberikan respon dari perspektif komunikasi khususnya di dalam organisasi. Pak Abror menyampaikan defenisi dari komunikasi, proses komunikasi, apa tujuan komunikasi yang efektif, apa saja hukum-hukum yang berlaku di komunikasi, definisi memberikan respon, jenis-jenis respon, teknik memberikan respon yang efektif, sampai dengan kesalahan-kesalahan umum dalam memberikan respon.

Bapak Ir. Firlan Mustafa, MM membuka dengan 2 contoh kasus tentang bagaimana respon yang berbeda dapat terjadi untuk satu objek atau permasalahan yang sama. Dalam diskusi ini Pak Firlan lebih banyak fokus tentang orang yang memberikan respon bukan kepada sumber (komunikator) dimulai dari definisi dari respon, bagaimana alur seseorang memberikan respon, kiat memberikan respon menjadi berkualitas.

Diskusi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang oleh para peserta diskusi. Video selengkapnya bisa diikuti dari tautan berikut https://www.youtube.com/watch?v=Eesnx_y6SBc

Semoga bermanfaat.