Podcast episode ke-10 Ngobrol Tontang Silungkang akan membicarakan tentang “Pentingnya Berpolitik untuk Nagori Silungkang.” bersama narasumber kita, Ir. H. Irland Muhammad, MM. Kita akan mendengarkan seperti apa itu politik, apa peran eksekutif dan legislatif dalam dunia perpolitikan bagi nagori, dinamikanya politik di Silungkang, dan perlunya pendidikan politik untuk generasi muda Silungkang.
Membahas Literasi Politik dan Perawatan Lingkungan
Pak Irland membahas pentingnya literasi politik di nagori Silungkang, menekankan bahwa politik secara inheren tidak baik atau buruk, melainkan masalah perspektif yang berbeda berdasarkan posisi seseorang. Bliau juga menyoroti kebutuhan untuk merawat lingkungan dan kepentingan pribadi dalam politik, dan potensi politik menjadi kotor ketika kepentingan pribadi lebih besar daripada perawatan lingkungan.
Voter Turnout dan Keterlibatan Politik Kaum Muda
Host membahas data pemilih dari pemilu 2024, dengan fokus pada kelompok usia milenial, Gen X, dan Gen Z. Dari data ini disimpulkan milenium merupakan kelompok terbesar dengan 68 juta pemilih, sementara Gen X memiliki 57 juta dan Gen Z memiliki 46 juta. Partai politik dapat menggunakan pemilih muda sebagai swing voter untuk meningkatkan elektabilitas mereka. Pak Irland juga mencatat bahwa banyak anak muda di Indonesia kekurangan pendidikan politik dan belum aktif berpartisipasi dalam proses politik. Pak Irland membahas meningkatnya keterlibatan kaum muda dalam politik, terutama dalam konteks pemilihan presiden terakhir. Mereka mencatat bahwa ini adalah perkembangan positif, karena kaum muda tidak hanya memilih tetapi juga berpartisipasi aktif dalam proses politik. Mereka juga menyebutkan munculnya pemimpin muda, seperti kandidat 34 tahun untuk walikota dan wakil walikota Sawahlunto, yang didukung oleh sejumlah besar anak muda. Percakapan itu juga menyentuh peran partai politik dalam memfasilitasi gerakan ini, tetapi saat ini sebagian besar didorong oleh sukarelawan akar rumput. Nada keseluruhan positif, dengan Pak Irland menyatakan harapan bahwa keterlibatan baru ini akan membawa perubahan positif dalam politik. Pak Irland membahas pentingnya representasi dan persiapan untuk masa depan. Beliau menyoroti perlunya seseorang untuk menjaga dan membuat keputusan, karena situasi saat ini membuat pembangunan Silungkang rentan ditinggalkan dalam pengembangan. Pak Irland mengusulkan program bottom-up untuk mengumpulkan aspirasi masyarakat dan mendukung inisiatif lokal, seperti membangun kantor desa dan menciptakan kolam. Mereka juga menekankan perlunya mempersiapkan diri selama lima tahun ke depan untuk memastikan kesiapan dan menghindari ditinggalkan.
Pengembangan Masyarakat dan Kebutuhan Infrastruktur Nagori
Obrolan berikutnya berfokus pada kebutuhan ekonomi dan infrastruktur masyarakat Nagori di Sawahlunto, Sumatera Barat. Para peserta menekankan pentingnya mengembangkan ekonomi lokal melalui produk songket dan pariwisata, dan meningkatkan infrastruktur seperti akses ke kota dan pusat teknologi. Narasumber juga membahas perlunya dukungan pendidikan dan manajemen bencana. Tentang penurunan industri songket dan potensi modernisasi, sementara itu juga pembicaraan menyoroti perlunya meyakinkan pemilik tanah tentang dampak sosial proyek dan mengamankan dana untuk pembangunan infrastruktur. Beliau juga membahas potensi peningkatan pendapatan melalui pariwisata, mengingat perkembangan atraksi alam dan kebutuhan akan akses dan fasilitas yang lebih baik. Namun, Pak Irland mengakui tantangan seperti infrastruktur dan eksploitasi potensial.
Kekangan Anggaran dan Kebutuhan Pembangunan
Pak Irland membahas tantangan yang dihadapi oleh nagori Silungkang karena keterbatasan anggaran. Beliau menyebutkan bahwa anggaran desa sekitar dua setengah miliar setahun, tetapi alokasinya ketat, termasuk biaya karyawan dan infrastruktur. Mereka juga membahas perlunya dana tambahan untuk proyek pembangunan dan pentingnya dukungan politik untuk mengamankan anggaran tambahan. Pak Irland menyarankan bahwa desa bisa mendapatkan keuntungan dari memiliki eskavator tingkat untuk tanggap bencana dan proyek masyarakat. Beliau juga menekankan perlunya koordinasi dan dukungan yang lebih baik dari pemerintah.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kehidupan dan Perkembangan Politik Nagori
Host juga melibatkan diskusi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan politik Nagori, dengan fokus pada faktor internal dan eksternal. Pak Irland juga membahas peran kepala desa dalam pembangunan dan potensi ide-ide inovatif untuk meningkatkan pendapatan. Gagasan untuk menciptakan lokasi untuk kegiatan berkemah dan drone diusulkan, dan pentingnya mendengar dan meninjau ide-ide tersebut ditekankan. Percakapan berakhir dengan diskusi tentang potensi ide-ide kreatif untuk mendorong kemajuan.
Proposal dan Tantangan Pengembangan Masyarakat
Pak Irland membahas proposal untuk pengembangan masyarakat, dengan fokus pada tantangan akuisisi lahan dan solusi potensial. Pak Irland berbagi pengalamannya dalam menciptakan Elvira Park dan mengusulkan membangun perpustakaan di sebelah kantor pos untuk melayani sebagai tempat pertemuan bagi anak-anak untuk belajar bahasa Inggris. Dia juga mengamankan dana untuk membersihkan lahan yang tidak terpakai untuk perpustakaan. Beliau menyoroti perlunya dukungan pemerintah dan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan, dan membahas keterbatasan anggaran saat ini. Percakapan diakhiri dengan panggilan bagi kaum muda untuk berpartisipasi dalam proses politik.












