Sejarah Masjid Raya Silungkang (dahulu Surau Godang)

Syeikh Muhammad Saleh atau dikenal juga Syeikh Barau adalah seorang ulama pendiri Masjid Raya Silungkang, yang dulunya masih berstatus surau (musholla) bernama Surau Godang. Masjid Raya Silungkang adalah salah satu masjid yang ada di Silungkang, sering digunakan untuk tempat singgah (rest area) bagi para musafir yang melintas Jalur Sumatera ini. Syeikh Barau ini berasal dari kampung Tanah Sirah, Suku Dalimo, yang beliau juga kakek buyut dari Bapak Herman Nawas (alm.), pendiri Pondok Pesantren Internasional Rahmatan Lil ‘Alamin yang berlokasi di Solok.

Dewan Kemakmuran Masjid Raya Silungkang bersama pihak-pihak lainnya secara fisik telah melakukan renovasi dan perluasan area masjid agar dapat menampung jamaah sekitar, dan juga yang melintasi masjid ini, menjadikan masjid ini lebih nyaman bagi siapapun yang akan beribadah di dalamnya. Pembangunan non fisik dari Masjid Raya Silungkang ini diantaranya mengelola atau membina 18 surau (musholla) yang ada di Silungkang, Majelis Ta’lim untuk kaum Ande-ande, Tahfiz Qur’an, kegiatan luar bagi santri pondok pesantren Ibnu Mas’ud, dan juga Organisasi Remaja Masjid Raya Silungkang (ORMASI).

Selain menyelanggarakan ibadah sholat lima waktu, pengajian, majelis ta’lim, kegiatan kepemudaan, Masjid Raya Silungkang ini juga menyantuni anak-anak yatim yang berasal dari warga Silungkang dan sekitarnya secara berkala maksimal sekali dalam sebulan.

Sebelumnya Surau Godang ini menjadi salah satu tempat pergerakan perjuangan kemerdekaan dan kemajuan Islam di Silungkang. Kiprah perjuangan da’wah Syekh Barau ini diakui oleh pemerintah Belanda pada saat itu, yang mempengaruhi pergerakan perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia dan kemajuan Islam di Silungkang.

Silungkang adalah salah satu kecamatan dari lima kecamatan yang berada di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, yang terdiri dari 5 nagori atau desa, yaitu Silungkang Oso (Satu), Silungkang Duo, Silungkang Tigo, Muaro Kalaban, dan Taratak Boncah. Masjid ini berada di desa Silungkang Tigo. Makam Syeikh Muhammad Saleh berada tepat di samping masjid.

Semoga dengan berdirinya dan kegiatan-kegiatan Islam di Masjid Raya Silungkang ini menjadi amal jariah buat beliau beserta orang-orang yang telibat di dalamnya dan dapat menjadi manfaat yang berarti bagi masyarakat Silungkang dan sekitarnya.